Bukti kuantitatif
Kenapa cara kami lebih baik
Empat bukti berurutan, dari yang paling menentukan. Semuanya memakai kumpulan kandidat yang sama, yaitu 50.813 wilayah yang lolos syarat kelayakan pemasangan — jadi strategi pembanding tidak diberi pilihan yang lebih buruk.
Bukti 1
Menambah sensor di lokasi rekomendasi kami benar-benar memperbaiki model
Hanya strategi kami yang secara konsisten menurunkan galat model. Tapi dengan 8 pengulangan, arah efeknya jelas sementara besarannya belum bisa diklaim pasti.
| Strategi | Penurunan galat | Percobaan membaik | Galat sesudah |
|---|---|---|---|
| Cara kami | +2,1% ± 5,4 | 5/8 | 20,75 |
| Kota padat penduduk | +0,7% ± 6,4 | 4/8 | 21,01 |
| Penempatan acak | -0,7% ± 7,8 | 4/8 | 21,29 |
Hasil tiap percobaan
Satu titik = satu pengulangan. Sebarannya lebar, dan kami menampilkannya justru karena itu.
Bagaimana ini diuji
16 lokasi independen diacak menjadi tiga peran: 3 disembunyikan untuk mengukur galat, 4 jadi calon lokasi sensor baru, dan 9 sisanya jadi data latih. Tiap strategi memilih 2 dari 4 calon itu, model dilatih ulang, lalu galatnya diukur lagi pada 3 lokasi yang disembunyikan tadi. Seluruh proses diulang 8 kali dengan pembagian berbeda.
Simpangan masih ±5,4 dengan hanya 8 pengulangan, jadi hasil ini belum signifikan secara statistik. Arah efeknya konsisten, besarannya belum. Kami melaporkannya apa adanya.
Bukti 2
Sensor kami tidak saling tumpang tindih
Hampir semua sensor kami mengukur wilayah udara yang berbeda. Pada penempatan di kota padat penduduk, hanya 2 dari 20 yang berdiri sendiri — sisanya mengukur udara yang sudah terwakili.
| Strategi | Berdiri sendiri | Terbuang | Jenis wilayah | Jarak terdekat | Populasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Cara kami | 18/20 | 10% | 10 | 94,6 km | 561.912 |
| Penempatan acak | 17,6/20 | 12,2% | 7,9 | 53,0 km | 156.059 |
| Kota padat penduduk | 2/20 | 90% | 2 | 4,6 km | 8.659.761 |
Definisi yang dipakai
Dua sensor dianggap tumpang tindih bila jaraknya di bawah 104,4 km, yaitu jangkauan pengaruh spasial yang kami ukur sendiri dari data. Klaster efektif adalah jumlah kelompok yang tersisa setelah sensor-sensor berdekatan dilebur jadi satu.
Cara kami dibanding 30 percobaan acak
Tiap batang satu percobaan acak, diurutkan. Garis merah menandai posisi cara kami.
27/30 percobaan acak menghasilkan nilai lebih rendah daripada cara kami.
Satu angka yang tidak menguntungkan kami
Strategi kota padat penduduk menang telak di populasi terlindungi: 8,66 juta jiwa berbanding 561.912 jiwa milik kami. Kami menampilkannya karena angka yang dipilih-pilih bukan bukti.
Tapi itu justru bukti masalahnya. 2 dari 20 sensornya menumpuk di wilayah metropolitan yang sama dan mengukur hal serupa berulang kali. Cakupan penduduknya besar di atas kertas, pengetahuan barunya nyaris nol.
Bukti 3
Tanpa penyebaran spasial, hasilnya jauh lebih buruk
Menyebarkan sensor tidak mengorbankan cakupan penduduk — justru menaikkannya 45%.
| Sekadar ambil skor tertinggi | Dengan peredaman spasial | |
|---|---|---|
| Jenis wilayah tercakup | 3 | 8 |
| Pasangan tumpang tindih | 70 | 0 |
| Jarak terdekat | 5 km | 333 km |
| Populasi terlindungi | 412.418 | 598.201 |
Kalau kami sekadar mengambil 20 skor tertinggi tanpa mekanisme peredaman jarak, hasilnya menumpuk: 70 dari 190 pasangan lokasi saling tumpang tindih dan cakupan jenis wilayah anjlok ke 3.
Bukti 4
Efek penukaran rezim
Kami sengaja menukar tiga lokasi berskor terendah dengan kandidat dari jenis wilayah yang belum pernah terukur. Cakupan naik dua kali lipat dengan harga penurunan populasi 6% — trade-off yang kami ambil sadar.
| Sebelum penukaran | Sesudah penukaran | |
|---|---|---|
| Jenis wilayah tercakup | 8 | 10 |
| Jenis wilayah belum terukur | 3 | 6 |
| Populasi terlindungi | 598.201 | 561.912 |
| Jarak terdekat | 333 km | 94,6 km |
Ambang jarak minimum tidak menentukan hasil
Kami menguji ambang jarak minimum pada 8 nilai berbeda, dari 0 sampai 300 km. Hasilnya 20 lokasi yang identik dengan skor total sama persis di kesemuanya. Aturan jarak berfungsi murni sebagai jaring pengaman, bukan parameter yang dipilih untuk menguntungkan hasil.